Laman

Sabtu, 16 Juli 2011

Proposal PTK Kelas V SD 4

·           Sebagian besar (52,63%), 10 dari 19 siswa kelas V  kurang memahami  pelajaran matematika sehingga  nilai rata-rata ulangan hariannya  rendah atau tidak tuntas .
·           Sebanyak 42,11%, 8 dari 19 siswa kelas V belum menguasai materi Bahasa Indonesia 
·           Sebanyak 31,58% , 6 dari 19 siswa kelas V kesulitan dalam memahami materi IPA

    II.            ANALISIS MASALAH
Sebagian besar (52,63%) 10 dari 19 siswa kelas V  kurang memahami  pelajaran matematika sehingga  nilai rata-rata ulangan hariannya  rendah atau tidak tuntas .

Alasan:
Alasan dari pemilihan masalah yang harus segera diatasi ini, karena matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting yang nantinya dijadikan dasar untuk menguasai mata pelajaran yang lain, misal IPA dan IPS, dll. Selain itu banyak sekali siswa yang mengalami masalah ini yang mencapai lebih dari 50% sehingga sangat perlu untuk segera diadakan perubahan.

 III.            AKAR PENYEBAB MASALAH
Ø  Dari Guru
·         Kurangnya adanya motivasi yang diberikan guru kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar.
·         Guru hanya menggunakan metode ceramah saat memberikan materi.
·         Guru belum menggunakan inovasi dalam pembelajaran
·         Guru kurang memperhatikan keaktifan siswa pada saat proses belajar.
·         Guru kurang memperhatikan hasil pekerjaan tugas siswa, baik tugas di kelas maupun tugas rumah (PR).
·         Guru hanya menggunakan buku panduan sebagai sumber belajar.
·         Guru belum menggunakan alat peraga selama proses pembelajaran.



Ø  Dari Siswa
·         Rendahnya minat dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika.
·         Siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.
·         Kemampuan siswa dalam menyerap materi ajar yang diajarkan sangat rendah.

Ø  Dari KBM
·         Kelas tidak kondusif, karena siswa tidak aktif selain itu siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran.

 IV.            SOLUSI/ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan akar penyebab masalah yang paling mendominasi adalah dari guru. Dari berbagai masalah yang sumbernya guru salah satunya yaitu guru kurang berinovasi dalam mengembangkan pembelajarannya, sehingga siswa kurang aktif. Maka, solusi pembelajaran yang menurut saya sesuai untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan  pembelajaran  kooperatif  tipe Numbered  Heads Together.  

    V.            FORMULASI HIPOTESIS TINDAKAN
Dengan menerapkan pendekatan kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) maka kualitas pembelajaran matematika pada siswa Kelas V SD Negeri 2 Sawangan Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen dapat meningkat.

 VI.            RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SESUAI SOLUSI
·         Membuat perencanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan pembelajaran  kooperatif  Numbered Heads Together (NHT)
·         Merancang dan mengembangkan skenario pembelajaran sesuai perencanaan.
·         Membuat RPP sesuai skenario pembelajaran yang ada.
·         Menyiapkan sumber belajar dan media pembelajaran.
·         Membuat alat pengumpul data yakni lembar observasi, angket, dan wawancara.


VII.          JUDUL PTK YANG DIUSULKAN

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SAWANGAN


DAFTAR NILAI RATA-RATA ULANGAN HARIAN
KELAS V SD N 02 SAWANGAN ALIAN KEBUMEN

No
Nama Siswa
Nilai Ulangan Harian
Matematika
Bahasa Indonesia
IPA
Nilai
KKM
Nilai
KKM
Nilai
KKM
1.
Aulia Nurchayati
35
60
70
63
59
61
2.
Topik Hidayat
45
60
65
63
60
61
3.
Eko Agus Prasetyo
40
60
60
63
72
61
4.
Kiko Purwanto
50
60
70
63
75
61
5.
Retno Adi Purnomo
55
60
70
63
68
61
6.
Afi Nurrahmawati
60
60
75
63
76
61
7.
Arofah Afriyani
50
60
45
63
68
61
8.
Arif Handoyo
55
60
80
63
69
61
9.
Anggun Lestari
75
60
40
63
64
61
10.
Aji Prasetyo
55
60
70
63
60
61
11.
Dewi Retnosari
60
60
50
63
76
61
12.
Istina Mubarokah
45
60
50
63
75
61
13.
Irfangi
60
60
40
63
70
61
14.
Leni Prasetyana
85
60
50
63
66
61
15.
Ngatourohman
50
60
85
63
70
61
16.
Reksi Alim
60
60
65
63
54
61
17.
Robbi Devgantoro
75
60
60
63
58
61
18.
Saeful Awwaludin
65
60
50
63
75
61
19.
Catur Hari Prasetyo
60
60
70
63
59
61

Jumlah
1080

1.165

1087


Rata-rata Kelas
56,84

61,32

57,21






IDENTIFIKASI MASALAH




52,63%


42,11%31,58%


(i)                                              (ii)                                   (iii)

                    i.Sebagian besar (52,63%) 10 dari 19 siswa kelas V  kurang aktif  dalam mengikuti pelajaran Matematika sehingga  nilai rata-rata ulangan hariannya  rendah atau tidak tuntas .

                  ii.Sebanyak 42,11%  8 dari 19 siswa kelas V belum menguasai materi Bahasa Indonesia.
 
                iii.Sebanyak 31,58% 6 dari 19 siswa kelas V kesulitan dalam memahami materi IPA.


DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN MATEMATIKA
KELAS V SD N 02 SAWANGAN ALIAN KEBUMEN
STANDAR KETUNTASAN : 6,0
No.
Urut
Nama
Nilai
Nilai
rata-rata
Keterangan
UH 1
UH 2
UH 3
1
Aulia Nurchayati
40
35
30
35
Tidak Tuntas
2
Topik Hidayat
50
45
40
45
Tidak Tuntas
3
Eko Agus Prasetyo
30
40
50
40
Tidak Tuntas
4
Kiko Purwanto
50
45
55
50
Tidak Tuntas
5
Retno Adi Purnomo
50
60
55
55
Tidak Tuntas
6
Afi Nurrahmawati
60
65
55
60
Tuntas
7
Arofah Afriyani
50
45
55
50
Tidak Tuntas
8
Arif Handoyo
50
55
60
55
Tidak Tuntas
9
Anggun Lestari
70
70
85
75
Tuntas
10
Aji Prasetyo
60
50
55
55
Tidak Tuntas
11
Dewi Retnosari
65
60
55
60
Tuntas
12
Istina Mubarokah
50
40
35
45
Tidak Tuntas
13
Irfangi
50
65
65
60
Tuntas
14
Leni Prasetyana
80
90
85
85
Tuntas
15
Ngatourohman
50
55
45
50
Tidak Tuntas
16
Reksi Alim
50
60
70
60
Tuntas
17
Robbi Devgantoro
70
80
75
75
Tuntas
18
Saeful Awwaludin
60
70
65
65
Tuntas
19
Catur Hari Prasetyo
50
60
70
60
Tuntas
JUMLAH
1035
1100
1095
1080

RATA-RATA KELAS
54,47
57,89
57,63
56,84


GRAFIK NILAI ULANGAN HARIAN MATEMATIKA
















   

               Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa ada 3 nilai ulangan harian matematika. Dari 3 kali ulangan harian nilai terendah berada di kelas 30-39 yaitu 30 pada UH 1 dan 2. Sedangkan nilai tertinggi berada di kelas 90-99 yaitu 90 pada UH 2. Nilai yang paling banyak muncul dari 3 kali UH yaitu berada pada kelas 50-59.
              


PROSENTASE KETIDAKTUNTASAN SISWA KELAS V DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN NILAI RATA-RATA ULANGAN HARIAN

Dari 3 kali ulangan harian didapatkan nilai rata-rata siswa. Siswa yang nilai rata-ratanya tidak tuntas sebanyak 10 siswa dari 19 siswa
Presentase ketidaktuntasan = x100% = 52,63%
Presentase Ketuntasan =  x 100 % = 47,37 %








TABEL
DISTRIBUSI FREKUENSI
DATA NILAI RATA-RATA ULANGAN MATEMATIKA

No
Kelas
Frekuensi (f)
Persentase
Xi
f  x Xi
1
30-39
1
5,3%
34
34
2
40-49
2
10,5%
44
88
3
50-59
7
36,8%
54
378
4
60-69
6
31,6%
64
384
5
70-79
2
10,5%
74
148
6
80-89
1
5,3%
84
84
Jumlah
19
100%

1080

Nilai rata-rata tertinggi    :  pada kelas 80-89
Nilai rata-rata terendah   :  pada kelas 30-39
Nilai rata-rata  kelas  =  1080
                                        19
                                   =  56,84
Nilai rata-rata yang sering muncul terletak pada kelas 50-59

Taksiran berdasarkan analisis data di atas yaitu:
 Nilai Tuntas                =    9    x 100%
Frekuensi                          19
                                    = 47,37% ( siswa tuntas)
Sedangkan yang tidak tuntas sebesar 52,63%.

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa 47,37%  siswa mengalami ketuntasan belajar, sedangkan 52,63% siswa mengalami ketidaktuntasan belajar. Sangat jelas terlihat sebaran nilai rata ulangan harian matematika berkisar dari nilai terendah 35 dan nilai tertinggi 85. Adapun nilai terendah berada pada kelas 30-39 ,yaitu 35 dan nilai tertinggi  pada kelas 80-89, yaitu 85. Dan nilai rata-rata kelas adalah 56,84.


Catatan Hasil Wawancara

Nama Sekolah             : SD N 02 Sawangan
Hari/Tanggal               : 19 November 2010
Kelas                           : V
Semester                      : Gasal

            Bapak Faisal adalah nama guru kelas V SD N 02 Sawangan . Berdasarkan hasil wawancara dengan beliau, didapatkan hasil wawancara sebagai berikut:
Pada saat proses KBM berlangsung, khususnya pada mata pelajaran matematika, bapak Faisal mengamati banyak siswa kurang aktif dan lebih banyak pasif dalam mengikuti pelajaran matematika. Sehingga mereka kurang memahami materi yang menyebabkan sebagian besar siswa memiliki nilai rendah atau tidak tuntas dalam  ulangan harian matematika. Ada 10 siswa dari 19 siswa yang nilainya di bawah KKM. Sebagian besar dari mereka  memang tergolong siswa yang kurang aktif. Ketika ada materi yang belum dipahami mereka cenderung diam dan tidak mau bertanya.


Guru Kelas V
SDN 02 Sawangan


Faisal Arsyad, A.Ma.Pd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar