Laman

Rabu, 18 Januari 2012

Proposal PTK Matematika SD - STAD


PROPOSAL PTK
A.    Judul
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Operasi Hitung Pecahan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Pesantren

B.     Bidang kajian
Desain dan strategi pembelajaran matematika SD

C.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Sasaran utama pendidikan di Sekolah Dasar adalah memberikan bekal secara maksimal tiga kemampuan dasar yaitu meliputi kemampuan baca, tulis dan hitung. Dalam Standar Isi kurikulum KTSP 2006 dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Matematika, pelajaran Matematika diberikan kepada peserta didik untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.
Tujuan pembelajaran matematika di SD dalam DEPDIKNAS (2006:417) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan: (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep logaritma, secara luas, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) menggunakan penalaran pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah, (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Matematika sebagai suatu mata pelajaran disekolah dinilai cukup memegang peran penting, karena metematika merupakan suatu sarana berpikir untuk mengkaji sesuatu secara logis, dan sistematis. Oleh sebab itu akan sangat penting jika matematika dapat dikuasai sedini mungkin oleh para siswa. Namun faktanya banyak orang yang tidak menguasai matematika, termasuk anak-anak yang masih duduk dibangku SD-MI. Mereka menganggap bahwa matematika sulit dipelajari, serta gurunya kebanyakan tidak menyenangkan, membosankan, menakutkan, angker, killer, dan sebagainya. Anggapan ini menyebabkan mereka semakin takut untuk belajar matematika. Sikap ini tentu saja mengakibatkan hasil belajar matematika mereka menjadi rendah. Akibat lebih lanjut lagi mereka menjadi semakin tidak suka terhadap matematika. Sehingga hasil belajar matematika mereka menjadi semakin merosot (Pitajeng. 2006 :1).
Permasalahan tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas khususnya pada mata pelajaran matematika. Hal tersebut juga dialami oleh guru kelas IV SD Negeri Pesantren dalam pembelajaran matematika. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika masih rendah khususnya pada materi tentang operasi hitung pecahan. Hal tersebut disebabkan oleh guru yang belum menggunakan metode mengajar yang inovatif, guru masih mengajar dengan ceramah dan monoton sehingga kurang menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang menyebabkan siswa menjadi bosan dan menjadi tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah.
Hal tersebut didukung dengan data dari pencapaian hasil evaluasi siswa pada materi tentang pecahan siswa kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 yang masih ada nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Data hasil belajar matematika ditunjukkan dengan rata-rata nilai dari tiga kali ulangan harian dari 27 siswa terdapat 16 siswa atau 40,75% yang tidak tuntas dan ada 11 siswa yang tuntas atau 59,25%. Dari penemuan data tentang hasil belajar siswa dan kurang maksimalnya pelaksanaan pembelajaran maka perlu adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat tercipta suasana pembelajaran yang kondusif sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat, khususnya pada mata pelajaran matematika materi tentang pecahan.
Berdasarkan diskusi dengan guru kelas IV SD Negeri Pesantren, sebagai tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan tersebut menetapkan alternatif tindakan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan tipe STAD ini terdiri dari 7 tahap (dalam Nur, 2006:51) antara lain : (1) persiapan pembelajaran, (2) penyajian materi, (3) kegiatan belajar kelompok, (4) pemeriksaan terhadap hasil kelompok, (5) siswa mengerjakan tes secara individual, (6) pemeriksaan hasil tes, (7) penghargaan kelompok.
Manfaat model STAD ini menurut Slavin (dalam Nur, 2006:26) "menimbulkan motivasi siswa karena adanya tuntutan untuk menyelesaikan tugas". Salah satu kebutuhan yang menyebabkan seseorang mempunyai motivasi mengaktualisasikan dirinya adalah kebutuhan untuk diterima dalam suatu masyarakat atau kelompok. Demikian juga dengan siswa, mereka akan berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya, misalnya melakukan kerja keras yang hasilnya dapat memberikan sumbangan bagi kelompoknya.
Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada pokok bahasan tentang pecahan di SD Negeri Pesantren. Kualitas pembelajaran yang akan dicapai meliputi peningkatan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan diskusi, meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas, dan dapat pula untuk membantu siswa agar dapat memahami mata pelajaran lainnya.
Dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti akan mengkaji masalah tersebut melalui penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pecahan Melalui Pendekatan Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Pesantren.
2.      Perumusan Masalah dan Pemecahan Masalah
a.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah yang umum dari pembelajaran yaitu bagaimanakah cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi pecahan siswa kelas IV SD Negeri Pesantren?
Rumusan masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
1)      Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN Pesantren pada materi pecahan?
2)      Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan guru kelas IV SDN Pesantren dalam menyampaikan materi tentang pecahan?
3)      Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pesantren pada materi pecahan?
b.      Pemecahan Masalah
Masalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Pesantren dalam mata pelajaran matematika materi tentang pecahan ditindak lanjuti dengan melakukan penelitian tindakan kelas.
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka alternatif tindakan yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) pembelajaran matematika pada materi tentang pecahan.
Adapun tahapan-tahapan dari STAD adalah sebagai berikut:
1)      Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok.
2)      Menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4-6 orang, aturan heterogenitas berdasarkan pada :
-          Kemampuan akademik (pandai, sedang dan rendah) yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya.
-          Keaktifan siswa (aktif atau pasif)
3)      Penyajian materi pelajaran, ditekankan pada ha-hal berikut :
-          Pendahuluan
Menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari.
-          Pengembangan
Kegiatan pengembangan dilakukan apabila siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain.
-          Praktek terkendali
Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal, memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah.
4)      Kegiatan kelompok
Membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa.
5)      Evaluasi
Menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.
6)      Penghargaan kelompok
7)      Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok. Satu periode penilaian (3 – 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain.
3.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tujuan Umum:
Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa kelas IV SD Negeri pesantren pada materi pecahan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD.
Tujuan Khusus:
1)      Meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran matematika materi tentang pecahan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD.
2)      Meningkatkan keterampilan guru dalam menyampaikan materi dalam mata pelajaran matematika materi tentang pecahan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD.
3)      Meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi tentang pecahan dengan menggunakan pendekatan kooperaif tipe STAD.
4.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat bagi:
a.      Siswa
1)      Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika sehingga siswa dapat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2)      Dapat meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan tanggungjawab siswa.
3)      Dapat membantu siswa untuk lebih aktif, berinteraksi dan berkomunikasi dengan   orang lain.
4)      Meningkatkan hasil belajar matematika siswa
b.      Guru
1)      Memberikan pengalaman kepada guru proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD.
2)      Membuat guru menjadi lebih kreatif dalam menciptakan kegiatan pembelajaran di kelas.
c.       Sekolah
1)      Meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dengan menggunakan inovasi-inovasi kegiatan pembelajaran yang bermutu.
2)      Memberikan masukan dalam  metode pembelajaran terutama metode  Student Teams-Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa khususnya kelas IV.


Download file lengkapnya berikut:
Data dan Cara Pengumpulan Data
Pendahuluan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Metodelogi Penelitian
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Kajian Teori
Kajian Empiris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar