Laman

Rabu, 18 Januari 2012

Proposal PTK Matematika - RME SD


PROPOSAL / USULAN PTK
  1. JUDUL
            Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Realistic Mathematics  Experience (RME)  pada siswa kelas V SD Negeri 03 Gentan
  1. Bidang Kajian
Mata Pelajaran            : Matematika
Bidang Kajian : Peningkatan Hasil Belajar
C. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
            Menurut ketentuan umum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 menyebutkan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Pendidikan adalah sesuatu yang pokok dan memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.
            Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.Matematika memiliki batasan tertentu yang hendaknya dapat dikuasai oleh segenap warga negara Indonesia. Lebih lanjut matematika dapat memberi bekal kepada siswa untuk menerapkan matematika dalam berbagai keperluan.Akan tetapi persepsi negatif siswa terhadap matematika tidak dapat diacuhkan begitu saja.Umumnya pelajaran matematika di sekolah sudah menjadi momok bagi siswa.Sifat abstrak dari objek matematika menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika.Akibatnya prestasi matematika siswa secara umum belum memuaskan.
            Paradigma kegiatan guru-siswa di kelas, pada umumnya masih bersifat komunikasi satu arah, guru mengajar dan siswa belajar, guru pemain dan siswa penonton, yang akan membentuk generasi siswa yang hanya bisa menerima sesuatu yang sudah jadi. Padahal untuk membekali generasi yang akan datang haruslah dengan membiasakan siswa beraktivitas agar mereka bisa mandiri dan bermanfaat bagi lingkungannya.Hal ini akan terbentuk melalui kegiatan yang bisa dan membiasakan diri mengembangkan potensi diri berupa kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga memiliki berbagai kompetensi sebagai bekal kehidupannya
            Fakta di lapangan menunjukkan bahwa umumnya siswa mengerti dengan penjelasan serta contoh soal yang diberikan guru, namun ketika kembali ke rumah dan ingin menyelesaikan soal-soal yang sedikit berbeda dengan contoh sebelumnya, siswa kembali bingung bahkan lupa dengan penjelasan gurunya.Apa yang dialami siswa ini menunjukkan bahwa siswa belum mempunyai pengetahuan konseptual. Selain itu pendekatan pembelajaran matematika yang digunakan oleh guru tidak variatif dan cenderung monoton. Guru masih mengandalkan pendekatan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebagai metode utama.
            Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dikelas permasalahan tersebut sering terjadi. Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut adalah kurangnya motivasi dan minat siswa untuk belajar, hal ini dikarenakan guru belum mampu mengembangkan variasi dalam pembelajaran, guru lebih banyak ceramah dan jarang memberi kesempatan siswa guna berpartisipasi di kelas (monoton), guru hanya menggunakan media yang tidak variatif. Guru juga belum mampu menggunakan alat peraga yang tepat dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Begitu pun halnya di SD Negeri Gentan 03. Menurut wawancara dengan guru kelas V matematika di sekolah ini pada tanggal 11 Juni 2011, rata-rata prestasi matematika siswa kelas V pada semester I tahun 2011 adalah 46,67% (14 dai 30 siswa) yang belum mencapai standar minimal 6,5.
Oleh karena itu perlu dikembangkan dan diterapkan suatu pembelajaran matematika yang tidak hanya mentransfer pengetahuan guru kepada siswa.Pembelajaran ini hendaknya juga mengaitkan pengalaman kehidupan nyata siswa dengan materi dan konsep matematika. Pendekatan pembelajaran yang kiranya tepat adalah pendekatan Realistic Mathematic Experience  (RME) dimana pendekatan pembelajaran matematika ini berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu materi matematika yang diajarkan di SD Kelas V adalahoperasi hitung pecahan belum pernah diperoleh siswa sehingga dapat kita katakan hal ini merupakan materi yang sama sekali baru bagi siswa walaupun erat kaitannya dengan bilangan dan operasinya. Materi ini pula sering muncul dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematic Experience  (RME) dalam pembelajaran matematika pada konsep himpunan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi tersebut. Oleh karena itu penulis ingin melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Kualitas pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Realistic Mathematics  Experience (RME)  pada siswa kelas V SD Negeri 03 Gentan.

Download file proposal selengkapnya:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar