Laman

Rabu, 18 Januari 2012

Proposal PTK IPS SD - Number Head Together


PROPOSAL / USULAN PTK
A.    Judul
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model Cooperatif Learning tipe NHT Siswa Kelas IV SDN Landusari 04 Pekalongan.

B.     Bidang kajian
Desain dan Strategi pembelajaran.

C.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang Masalah
            Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan bahwa, “Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan” (Depdiknas, 2006:47).         Berdasarkan Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar SD/MI (2006:150), Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam dalam bidang ilmu yang berkaitan.
            Tujuan pendidikan IPS di SD adalah agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari (Depdikbud, Rubiherlan 2010:4). Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oleh Hamid Hasan (1990), merupakan fusi dari berbagai disiplin ilmu. Martorella (1987) mengatakan bahwa pembelajaran Pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek “pendidikan” daripada transfer konsep”, karena dalam pembelajaran Pendidikan IPS siswa diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, niai, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dmilikinya. Ilmu pengetahuan sosial juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Pendidikan IPS berusaha membantu siswa dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakatnya (Kosasih, 1994).
       Berdasarkan temuan Depdiknas (2007), dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan pelaksanaan standar isi mata pelajaran IPS. Guru dalam menerapkan pembelajaran lebih menekankan  pada metode yang mengaktifkan guru, kurang melibatkan peserta didik, pembelajaran yang dilakukan guru kurang kreatif, lebih banyak menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kurang mengoptimalkan media pembelajaran. Sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, bahkan cenderung pasif. Siswa hanya diam saja, mendengarkan, mencatat, dan mudah bosan dalam pembelajaran.
Fenomena pelaksanaan pembelajaran IPS tersebut diatas, merupakan gambaran yang terjadi di SDN Landusari 04 Pekalongan. Berdasarkan refleksi awal dengan tim kolaborasi yang dilakukan pada pembelajaran IPS dinyatakan bahwa  kualitas pembelajaran IPS masih belum optimal, karena guru kurang terampil dan kreatif dalam menyajikan materi, pelajaran bersifat hafalan semata sehingga siswa kurang aktif dan kurang bergairah mempelajarinya, serta cepat merasa bosan dan penggunaan alat peraga masih sangat kurang.
Hal itu didukung data dari pencapaian hasil observasi dan evaluasi proses pembelajaran IPS siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2010/2011 masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 63. Data hasil belajar ditunjukkan dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 90, dengan rerata kelas 63,6 untuk nilai ulangan tengah semester. Dengan melihat data hasil belajar  dan pelaksanakan mata pelajaran tersebut perlu sekali proses pembelajaran untuk ditingkatkan kualitasnya, agar siswa aktif dalam pembelajaran IPS. Sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.
Berdasarkan diskusi tim peneliti dengan guru kelas IV,  sehubungan dengan permasaahan diatas maka untuk memecahkan masalah pembelajaran tersebut, tim kolaborasi menetapkan alternatif tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Maka peneliti menggunakan model Cooperatif tipe NHT. Model pembelajaran ini berangkat dari dasar pemikiran “getting better together” yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada peserta didik untuk memperoleh serta mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya dimasyarakat (Slavin, 1992)
Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS, dimana siswa lebih aktif, kreatif dan terampil dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Sehingga kualitas pembelajaran IPS meningkat serta hasil belajar siswa dapat memenuhi KKM yang sudah ditentukan.
Dari ulasan latar belakang diatas maka peneliti akan mengkaji melalui penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model Cooperatif Learning tipe NHT Siswa Kelas IV SDN Landusari 04 Pekalongan”.


Download link lengkapnya untuk melihat file penuh. Semoga bermanfaat.
Pendahuluan
Data dan Cara Pengumpulan Data
Metode Penelitian
Kajian Empiris
Kisi-Kisi Instrumen
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Kajian Teori

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar